Hari ini 3 Nopember 2010,
Apartemenku cukup senyap terendam dalam kelarutan malam. Tiba-tiba aku teringat sebuah kejadian tadi sore di tram (kereta listrik dalam kota)....
Sore itu selesai kuliah aku memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen. Karena masuk jam pulang kantor dan kuliah, tram pun tampak penuh sesak. Aku pun tidak kebagian tempat duduk dan akhirnya berdiri di pojok gerbong dekat mesin tiket, sampai kemudian lewat di depanku kakak beradik yang ternyata mencuri perhatianku. Sang kakak mungkin berumur 8 tahun dan adiknya 6 tahun. Dua-duanya perempuan....aiits....jangan berpikiran negatif dulu :)
Bagaimana tidak mereka mencuri perhatianku, ada kesederhanaan cinta yang terbungkus dalam ketulusan sikap mereka berdua. Namun menurutku, kesederhanaan cinta yang mereka suguhkan, melebihi sensasi cinta yang dipersembahkan Romeo-Juliet.
Masuk dari pintu tram, sang kakak mengarahkan adiknya untuk mengikutinya ke arah mesin tiket di dalam tram. Setelah menyuruh adiknya untuk berpegangan. Diapun mulai memasukkan satu persatu koin yang dibawanya ke dalam mesin tiket dan akhirnya dia mendapatkan 2 tiket untuknya dan adiknya.
Kemudian hanya berselang 2 halte, tampak kalau mereka akan turun di halte berikutnya. Karena sesaknya tram, terpancar kekhawatiran di wajah sang kakak. Khawatir kalau mereka tidak sanggup menembus tembok-tembok manusia dalam gerbong yang tingginya hampir 2 kali tinggi mereka. Sambil mengarahkan adiknya untuk berjalan di depannya untuk mengambil ancang-ancang agar berjalan kearah pintu keluar tram, sang adikpun terperangkap di tengah-tengah tembok manusia tanpa bisa berpegangan terhadap sesuatu untuk menopang kestabilan tubuhnya di kala tram menambah dan mengurangi lajunya. Tahukah kalian apa kemudian yang dilakukan sang kakak? dengan khawatir, dia pegangi tas di punggung adiknya, dia pastikan dirinya yang masih berpegangan siap menopang kestabilan tubuhnya dan adiknya...hebat ...hebat....
Saya bersyukur, dunia masih memiliki cinta yang seperti itu
Ketulusan cinta untuk saling menjaga dan saling percaya
satu-satunya siklus dengan efisiensi 100 % tanpa titik jenuh...he..he...